Nostalgia THR dan Festival Rujak Cingur dari 7 Daerah Ramaikan Surabaya Hari Ini!


Warga antusias pembukaan acara dengan pertunjukan (Nayra/Vibri)

Surabaya – Festival Rujak Uleg 2025 resmi digelar hari ini, Sabtu (17/5), di Surabaya Expo Center (SBEC). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732.


Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini festival diselenggarakan di lokasi yang dulu dikenal sebagai Taman Hiburan Rakyat (THR). Dengan mengusung tema “The Legend of THR”, Festival Rujak Uleg ke-20 menggambarkan nuansa nostalgia terhadap ikon seni hiburan Surabaya tempo dulu.


Acara dibuka pada pukul 16.00 WIB dengan kuis berhadiah bersama pengunjung yang sudah ramai berdatangan.


Gelaran tahunan yang selalu dinanti warga Surabaya ini  dimeriahkan oleh 131 tim peserta yang berasal dari hotel, sekolah, universitas, komunitas, hingga pelaku UMKM. Seluruh tim berlomba menguleg rujak secara serentak untuk dinilai dan dibagikan secara gratis kepada pengunjung. Kategori penilaian dibagi menjadi dua, yakni kreasi rujak untuk kategori hotel dan dekorasi kostum untuk kategori umum.


Hiasan rujak cingur dari komunitas ISIK (Nayra/Vibri)

Festival juga menyajikan beragam pertunjukan hiburan, mulai dari fashion show, arena bermain, musik, hingga pameran foto sejarah Festival Rujak Uleg selama lebih dari dua dekade. Selain itu, sebanyak 22 tenant UMKM dari berbagai kelurahan dan kecamatan di Surabaya turut meramaikan acara.


Sebagai salah satu event resmi dalam program Kharisma Event Nusantara dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, festival ini dikelola langsung oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya.


Stan rujak cingur dari Kabupaten Sumenep (Nayra/Vibri)


Tahun ini, Festival Rujak Uleg turut menghadirkan varian rujak cingur dari tujuh daerah sekitar Surabaya, yakni Bangkalan, Sampang, Sumenep, Gresik, Sidoarjo, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Pasuruan. “Kami ingin berkolaborasi dengan daerah Jawa Timur. Memperkenalkan kalau rujak cingur tidak hanya ada di Surabaya, tapi juga banyak varian lainnya dengan ciri khas daerah masing-masing,” ujar Dwi, salah satu panitia Festival Rujak Uleg 2025.


Acara akan semakin semarak dengan adanya fashion show, sarasehan, dan pameran foto yang menampilkan perjalanan panjang Festival Rujak Uleg selama lebih dari dua dekade.


Festival ini juga dihadiri berbagai tamu kehormatan, termasuk 28 perwakilan dari dharma wanita, komunitas lokal dan mancanegara, serta diaspora seperti Minang hingga India. Kehadiran mereka menjadikan Festival Rujak Uleg sebagai ajang promosi budaya lokal ke tingkat internasional.


“Pertama kali tahu dari sosial media, jadi penasaran itu acara apa sih. Dan ternyata keren banget, menarik, aku jadi kenal budaya lokal” ujar Eka, salah satu pengunjung yang berasal dari Kalimantan. Ia pun menyebutkan bahwa akan kembali di tahun berikutnya untuk turut melestarikan budaya.


Penulis: Nayra Fabiolla/Vibri Indah


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama